Labuhanbatu Zona Merah Darurat Kekerasan Seksual Anak

Kamis, 1 Juni 2023 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arist Merdeka Sirait saat memberi keterangan pers terkait meningkatnya angka kasus kekerasan seksual anak terjadi di Wilayah Hukum Polres Labuhanbatu. Foto: dok-komnas-pa

Arist Merdeka Sirait saat memberi keterangan pers terkait meningkatnya angka kasus kekerasan seksual anak terjadi di Wilayah Hukum Polres Labuhanbatu. Foto: dok-komnas-pa

Medan-Mediadelegasi: Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara akhirnya masuk zona merah darurat kekerasan seksual terhadap anak. “Tempat ini banyak ditemukan kasus anak berkonflik dengan hukum dan jumlahnya terus meningkat,” kata Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas-PA) Arits Merdeka Sirait dalam siaran persnya diterima Mediadelegasi, Kamis (1/6).

Kondisi memprihatinkan, Labuhanbatu zona merah darurat kekerasan seksual anak, menuai atensi serius Ketua Umum Komnas-PA Arits Merdeka Sirait, dan penanganan dilakukan Kapolres Labuhanbatu AKBP James Hasundungan Hutajulu mendapat simpati masyarakat.

Siaran pers Komnas-PA itu juga menuliskan, bukan hanya kasus anak berkonflik, sejumlah kasus pelanggaran hak anak lain seperti anak korban narkoba, perkawinan usia anak dan anak korban kekerasan seksual yang terjadi di  Labura  dan kekerasan dalam bentuk lainnya.

BACA JUGA: Komnas PA Beri Penghargaan kepada Polda Bali

Sejumlah kasus mendapat perhatian serius James Hasundungan Hutajulu, mantan Kasatreskrim di Polres Soeta di Cengkareng ini dalam penanganan perkara kekerasan seksual melibatkan PH, 42, sang Kepala Madrasah Diniyah terhadap 9 santrinya berumur 11 dan 12 tahun di Labuhanbatu.

BACA JUGA:  Viral Pertandingan Futsal Ramai Penonton, Polisi Tahan Satu Orang Tersangka

Terungkapnya kasus kekerasan seksual ini berawal dari laporan  salah satu korban kepada ibunya, lalu melaporkannya ke Polres Labuhanbatu Utara lantas melalui arahan Kapolres Labuhanbatu,  Satreskrim bergerak cepat ke lokasi dan menangkap dan menahan pelaku dan  setelah dilakukan gelar kasus kemudian Satreskrimum Polres Labuhanbatu menetapkan pelaku sebagai tersangka guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari keterangan korban didapat informasi bahwa modus pelaku dilakukan dengan bujuk rayu dan intimidasi dengan meminta korban memijat pelaku dan dilanjutkan dengan aksi penetrasi secara berulang dengan cara diancam dan dibujuk rayu.

Menurut keterangan pers Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, aksi bejat pelaku dilakukan ditiga tempat yakni di kantor guru 12 kali, di Kantin sekolah 4 kali dan di Aula Sekolah 6 total 22 kali dan dilakukan selama tiga tahun.

BACA JUGA:  Hukuman Sodomi Tiga Anak Kandung Bisa 20 Tahun Penjara

Menurut Arist Merdeka Sirait, pelaku kekerasan seksual ini dapat dikenai pasal berlapis dengan ketentuan UU RI Nomor  17 tahun 2016 junto UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU RI No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS dengan ancaman pidana penjara 20 tahun bahkan seumur hidup.

Pada bagian lain, Arits menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan pemberian penghargaan kepada Kapolres Labuhanbatu, Satreskrimum dan jajaran Unit PPA atas kepeduliaan penegakan hukum secara gerak cepat terhadap kasus anak.

“Berkat atensi Kapolda Sumut dan jajarannya, pada Hari Bayangkara 1 Juli 2023 dan dalam rangkaian Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2023, Komnas PA akan menyerahkan penghargaan,” katanya. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB