Warga Pinggiran Danau Toba Jangan Jual Tanah

Rabu, 14 Desember 2022 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Prof. Dr. Sihol Situngkir (kedua kanan) dan Ketua Batakologi Universitas HKBP Nommensen Manguji Nababan (ketiga kiri) usai menjadi narasumber Dialog Interaktif

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Prof. Dr. Sihol Situngkir (kedua kanan) dan Ketua Batakologi Universitas HKBP Nommensen Manguji Nababan (ketiga kiri) usai menjadi narasumber Dialog Interaktif "HorasMedan" foto bersama Pemimpin Umum Mediadelegasi Ir Mandalasah Turnip, SH (kedua kiri) dan jajaran pimpinan redaksi Mediadelegasi, di Medan, Selasa (13/12). Foto: Nanda

Medan-Mediadelegasi: Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Prof. Dr. Sihol Situngkir mengingatkan warga pemilik tanah di kawasan pinggiran Danau Toba agar tidak tergiur untuk menjual lahan meski ditawar dengan harga relatif tinggi.

“Saya selaku putra daerah asal Samosir merasa ikut terpanggil untuk mengingatkan masyarakat di sekitar pinggiran Danau Toba agar tidak menjual lahan tanah mereka karena tergiur dengan harga yang cukup tinggi,” katanya di Medan, Selasa (13/12).

Sihol mengungkapkan hal itu dalam acara Dialog Interaktif “HorasMedan” bertema ‘Nusantara Pemersatu Keberagaman’ yang digelar Mediadelegasi Medan dalam rangka memperingati Hari Nusantar Tahun 2022.

Dalam dialog interaktif ini juga menghadirkan narasumber Ketua Batakologi Universitas HKBP Nommensen Medan Manguji Nababan, SS dengan pemandu acara Redaktur Pelaksana Mediadelegasi Maruli Agus Salim.

Lebih jauh Sihol mengungkapkan kekhawatirannya jika warga di pinggiran Danau Toba tanpa pertimbangan pemikiran jangka panjang akhirnya menjual lahan hanya karena tergiur harga tinggi.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Bobby Nasution Didaulat Jadi Ketua Komwil I APEKSI

“Saya khawatir terhadap warga lokal yang menjual lahan tanahnya hanya karena tergiur harga tinggi, suatu saat akan menjadi penonton saja, tidak bisa menjadi tuan rumah di kampung sendiri,” ujarnya.

Diakuinya, lahan tanah yang berlokasi di pinggiran danau terbesar di Asia Tenggara itu sejak beberapa tahun terakhir semakin banyak dilirik oleh para investor untuk dijadikan lokasi hotel dan berbagai bidang jasa kepariwisataan lainnya.

Para calon investor, menurut ekonomi ini, wajar saja tertarik untuk menanamkan modal terutama sejak Pemerintah pusat menetapkan Danau Toba sebagai salah satu KSPN di Indonesia.

Menurut mantan Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara itu, solusi tepat saat ini yang perlu dilakukan oleh warga pemilik lahan di kawasan pinggiran Danau Toba khusunya mereka yang tidak memiliki kemampuan finansial adalah menawarkan kerja sama melalui skema built operate trasfer (BOT).

BACA JUGA:  Bupati Toba Apresiasi Peran KMDT

Melalui skema BOT, Sihol memastikan warga lokal tidak akan kehilangan lahan tanah miliknya karena posisi investor dalam perjanjian kerja sama tersebut hanya sebagai penyewa dalam waktu tertentu, misalnya 20 atau 30 tahun.

“Jadi, jangan sampai salah mengartikan bahwa ada penjualan aset dalam perjanjian penggunaan dan pengelolaan lahan tanah melalui skema BOT,” ujar dia.

Manfaat yang diperoleh pihak pemilik lahan dari kesepakatan yang tertuang dalam skema BOT ini selain mendapatkan sejumlah dana, juga berhak memiliki seluruh bangunan di atas lahan itu pada saat kontrak kerja sama berakhir.

“Dana yang diterima pemilik lahan dari kesepakatan kerja sama itu tentunya bisa dijadikan modal awal untuk berbagai kegiatan produktif, seperti mengembangkan usaha di bidang pertanian,” tambahnya.D|Red-04

2 tanggapan untuk “Warga Pinggiran Danau Toba Jangan Jual Tanah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru