PERTEMUAN kedua Toba Research Center (TRC) berlangsung Sabtu (25/7), secara virtual diikuti tokoh dengan ragam bidang ilmu pengetahuan mencatat sumbangan pemikiran konstruktif dengan menyikapi kondisi alam dan budaya masyarakat yang tinggal di Kawasan Danau Toba (KDT).
Agenda pertemuan antara lain finalisasi struktur organisasi TRC, pemaparan rancangan penggunaan website TRC, diskusi program kerja masing-masing bidang.
TRC bertujuan mensinergikan para peneliti, akademisi, praktisi dan pemerintah memanfaatkan berbagai potensi penelitian yang ada di KDT. TRC akan menjadi jembatan dengan berbagai pihak sehingga potensi besar sumber-sumber penelitian di KDT dapat kita maksimalkan dan kembangkan.
Demikian pengantar pertemuan disampaikan oleh Arjon Turnip, PhD yang juga menjabat sebagai Direktur Toba Research Center dan Ketua Litbang Parna Indonesia.
Bidang-bidang yang terkait dalam TRC adalah Engineering Sciences, Agriculture and Agrotourism, Life Sciences, Social Sciences and Humanities, Art and Design, Natural Sciences, dan Natural Sciences dengan masing-masing ketuanya Dr Poltak Sihombing dari USU, Dr Rosa Tampubolon dari UNIKA, Dr Tumiur Gultom dari UNIMED, Dr Tiromsi Sitanggang dari Universitas Sari Mutiara, Dr Daulat Saragih dari UNIMED, Dr Juniastel Rajagukguk dari UNIMED, dan Dr Ermi Girsang, SKM., M.Kes dari Universitas Prima Indonesia.
Benget Irfan Simarmata SE selaku Direktur Utama PT Agrowisata Porlak Parna (APP) dalam sambutannya menyampaikan dukungannya atas kegiatan TRC. Diharapkan program yang dilaksanakan oleh TRC nantinya dapat bersinergi dengan program yang dipersiapkan PT APP.
Prof Dr Tualar Simarmata yang juga sebagai Advisory Board di TCR menyampaikan bahwa PT Agrowisata Porlak Parna (APP) bekerja secara independen dengan PT APP mengingat TRC meliputi berbagai bidang.
Program APP dalam waktu dekat, selain penanaman seribu pohon, juga dikombinasi dengan tanaman semusim. Termasuk pemanfaatan enceng gondok yang tumbuh di permukaan Danau Toba menjadi pupuk.
Bahkan menurut, Tualar, ada petani yang menyumbangka areal tanam seluas 243 hektar untuk ditanami APP. “Begitu responsifnya warga di sana,” kata Tualar.
Dr Endra Joelianto dari Teknik Fisika ITB menyampaikan saatnya TRC merangkum ide. “Ide itu yang mahal, kalau dana untuk mendukung realisasi ide tidak terlalu sulit,” katanya.
Karenanya Arjon Turnip mengharapkan kepada pengurus dan anggota APP pada pertemuan berikutnya sudah harus menggondol ide ke dalam forum pertemuan. “Silakan bertukarpikiran dan mengajukan ide dalam group WA TRC yang segera kita share,” kata Arjon yang sekaligus bertindak sebagai pembicara merangkap host zoom virtual itu.
Ir Mandalasah Turnip SH selaku putra Samosir justru mengemukakan pendapat sangat sederhana. Menurut dia, setiap program harus fokus dan bertahap. “Jangan mengambang, apa yang menjadi target jangka pendek tahun ini. Apa yang menjadi prioritas, ttu dulu direalisasikan,” usulnya.
Dia mencontohkan diskusi kecilnya dengan Bupati Samosir Rapidin Simbolon belum lama ini di Rumah Dinas Bupati Samosir. Mendesak untuk membangun irigasi dari sumber air pegunungan guna mengatasi kesulitan air di musim kemarau untuk kebutuhan mendasar pertanian.
“Namun usulnya ditanggapi dingin oleh Rapidin Simbolon dengan alasan keterbatasan dana,” kata Mandalasah seraya mengutip ungkapan Tualar pada virtual zoom itu bahwa persoalan dana bisa dicarikan solusinya, jika idenya sudah tepat.
Daulat Saragih mengungkapkan, perubahan KDT dari masa ke masa. “Ada peta danau toba di jaman Belanda milik teman saya, begitu luasnya Danau Toba masa itu, kini bangunan telah menempati bibir pantai. Penimbunan bibir pantai menyebabkan Danau menyempit, daratan meluas,” ujarnya.
Menurut dia, rencana penanaman pohon juga memerlukan pengkajian yang matang. “Jangan sampai ikut mengurangi luas Danau Toba,” ujarnya.
Ujung virtual zoom, Arjon Turnip kembali berharap peserta virtual zoom bisa lebih banyak lagi, sehingga beragam masukan dan ide yang telah ditampung sebelumnya dapat dirumuskan lebih teknis.
Virtual Zoom turut diikuti 32 participan termasuk tokoh APP Prof Dr Tualar Simarmata, Irfan Benget Simarmata, Arjon Turnip dan lain-lain. D|Red-04






