Sosiolog UIN Sumut: Hentikan Polemik, Pancasila Sudah Final

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2020 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biacara soal Bantuan Operasional Ponpes

Biacara soal Bantuan Operasional Ponpes

Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi:  Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Dr H Ansahari Yamamah MA (foto) memberikan beberapa pandangan terkait polemik pembahasan RUU HIP yang menuai kontroversi di tengah masyarakat.

“Jika RUU HIP tetap dipaksakan pembahasannya, berpotensi besar terjadinya instabilitas politik,” kata Ansahari Yamamah MA, kepada Mediadelegasi, Selasa (23/6), di Medan.

Menurutnya, Pancasila merupakan perwujudan sikap dan perilaku Bangsa Indonesia yang majemuk. Pancasila merupakan hasil kesepakatan (konsensus) para tokoh bangsa sebagai penggagas lahirnya Pancasila.

Ketua Deradikalisasi UIN Sumut ini juga mengatakan, dalam pandangan aspek sosial,  bahwa pembahasan RUU HIP ini hanya akan menciptakan situasi politik tidak stabil, ketegangan dan polemik berkepanjangan akan terus terjadi.

BACA JUGA:  Kasi Penkum Kejatisu: SPDP Sudah Kita Terima dan Pimpinan Langsung Menunjuk Tim Jaksa

“Justru wacana RUU HIP akan membuat bangsa ini terpecah belah, ideologi Pancasila itu justru mengatur hubungan manusia dengan Tuhan YME, mengatur hubungan sosial antar anak bangsa, Persatuan sebagai pilar pembangunan, perwakilan masyarakat di jalankan oleh parlemen dan untuk terciptanya keadilan sosial, hukum, politik, ekonomi dan budaya, semuanya sudah terakomodir dalam Sila-Sila Pancasila tersebut,” paparnya.

Dikatakan, Pancasila merupakan bentuk sikap manusia Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. “Jadi ini penting sebagai filter masuknya paham lain yg bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi dalam berbangsa dan bernegara dan Agama sebagai ideologi dalam Kepercayaan kepada Tuhan YME”, kata Imam Mazhab Islam Transitif ini.

Jelas, Pancasila itu sudah Final sebagai ideologi negara, sebagai pemersatu dalam keberagaman, sehingga polemik terkait pembahasan RUU HIP sebaiknya dihentikan, karena tidak bermanfaat untuk bangsa ini ke depan. D|Med-67

BACA JUGA:  Bobby Nasution: PORWASU 2026 Jadi Wadah Strategis Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:10 WIB

DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi

Berita Terbaru