Sembilan Gajah Liar Terus Luluhlantakkan Tanaman di Leuser

oleh -967 views
Sembilan Gajah Liar Terus Luluhlantakkan Tanaman di Leuser
Kawanan gajah ini belum berhasil diseberangkan dari Sungai Alas. Sehingga meluluhlantakkan tanaman yang merugikan warga di Kecamatan Leuser. Foto: D|Ist

Kutacane-Mediadelegasi: Camat Leuser Mustafa Kamal SP, Jumat (10/9), kepada wartawan mengatakan sedikitnya sembilan ekor kawanan gajah liar kerap meluluhlantakkan tanaman warga pada tujuh desa di Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara.

Menurutnya, sudah cukup lama kawanan gajah itu tak mau pergi dari wilayah perkebunan warga di Desa Tunas Muda, Hakhapan, Urat Peseluk, Sade Ate, Akhih Mejile, Bun Bun Alas dan Desa Bun Bun Indah.

Setiap harinya sembilan gajah liar itu bagai menguasai kawasan perladangan warga yang ditanami jagung, pisang, kelapa dan tanaman lainnya.  

Menurut Camat, warga sangat berharap agar permasalahan tersebut segera bisa teratasi, sehingga kebun warga selamat dan tetap bisa dipanen demi penghidupan warga.

BACA JUGA:  Walikota Usman Abdullah Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah BSPS

Atas keluhan warga, menurut camat, pihaknya telah menyampaikan keberadaan gajah yang sangat mengganggu perladangan warga kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Tenggara.

“Warga berharap segera gajah-gajah itu dipindahkan ke seberang sungai Alas, dikembalikan ke alam dan habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL),” kata Camat Mustafa.

Gajah gajah itu akan dipindahkan ke alamnya, lanjut Mustafa. “Tapi harus menunggu waktu yang tepat dulu,” ungkap Camat menirukan penjelasan pihak BKSDA terkait laporan keberadaan kawanan gajah itu.

Dikatakan, beberapa waktu lalu, gajah gajah itu sudah berada di pinggir sungai Alas. “Namun tidak mau menyeberangi sungai agar kembali ke alamnya, jadi harus secepatnya dipindahkan, ini harapan warga dan harapan saya,” kata Camat Leuser.

BACA JUGA:  Peresmian TMMD Kodim 0110/Abdya, Dandim: Programnya Kesejahteraan Rakyat

Sepertinya, kata camat, masyarakat setempat pun sudah tidak takut lagi melihat gajah gajah itu, karena sudah terbiasa setiap harinya. “Bagi warga melihat keberadaan gajah itu sudah seperti melihat lembu dan kerbau. Sementara saya sangat takut dan sedih melihat nasib warga,” ujar Mustafa.

Masih menurut Camat Leuser. Dia mengaku telah menganjurkan menanam tanaman yang tidak dimakan gajah, namun  karena warga sudah terbiasa menanam jagung, ladang pun hanya ditanami dengan tumbuhan kesukaan gajah. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.