Gudang Komoditi Pertanian Bernilai Miliaran Rupiah Terlantar

Selasa, 7 September 2021 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang komoditi pertanian dengan sistem resi gudang di Huta Parbalokan Nagori Purba Tongah Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun akhirnya terlantar. Foto: D|Ist

Gudang komoditi pertanian dengan sistem resi gudang di Huta Parbalokan Nagori Purba Tongah Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun akhirnya terlantar. Foto: D|Ist

Simalungun-Mediadelegasi: Gudang komoditi pertanian dengan sistem resi gudang yang dibangun 10 tahun lalu di Huta Parbalokan, Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun hingga kini belum difungsikan alias terlantar.

Gudang yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati JR Saragih itu menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun menjadi bangunan tidak berguna. Hal itu membuat kecewa masyarakat Simalungun utamanya para petani.

“Seharusnya kehadiran resi gudang itu telah membantu petani. Nyatanya, gudang itu hanya bangunan sia-sia yang tak bermanfaat bagi petani. Percumalah semua anggaran pembangunan gudang itu,” kata warga sekitar, kepada wartawan, Selasa (7/9).

Dia mengatakan, gudang itu dibangun sekira tahun 2011, hingga sekarang belum pernah digunakan. Seandainya gudang itu digunakan sejak dulu, petani sudah sangat terbantu. Karena, sistem resi gudang merupakan dokumen yang membuktikan bahwa suatu komoditas disimpan pada suatu gudang dan dokumen tersebut bisa ditransaksikan dan resi ini disamakan dengan surat berharga.

BACA JUGA:  Jelang Nataru, Pemkab Simalungun Ajak Masyarakat Agar Tidak Panic Buying

“Dengan resi gudang ini, petani dapat mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai. Namun, itu semua hanya mimpi, lantaran gudang komoditi itu tidak pernah difungsikan sejak bangunan itu berdiri,” katanya. Hal senada disampaikan Agustin. Pembangunan gudang komoditi itu dianggap sebagai program yang gagal dan harus dievaluasi kembali, supaya gudang itu bisa berfungsi, sehingga dapat membantu petani. “Kita harapkan bangunan gudang itu jangan dibiarkan terlantar seperti itu. Segeralah difungsikan demi membantu petani,” harapnya. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Luapan Sungai Sikkam Rendam 150 Rumah di Simalungun, Lebih Parah dari Tahun 2017
Komitmen Brantas Narkoba, Polres Simalungun Berhasil Amankan Pria Asal Serdang Bedagai, Bawa 11 Paket Sabu dari Luar Daerah
Gerebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Sabu, Polres Simalungun Amankan Pria Bertato Beserta Barang Bukti
Dramatis! Pengejaran Wanita Gembong Sabu di Sei Torop, Anggota Polsek Bosar Maligas Terluka Tertusuk Duri Sawit demi Berantas Narkoba
Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah
Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:52 WIB

Banjir Luapan Sungai Sikkam Rendam 150 Rumah di Simalungun, Lebih Parah dari Tahun 2017

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:01 WIB

Komitmen Brantas Narkoba, Polres Simalungun Berhasil Amankan Pria Asal Serdang Bedagai, Bawa 11 Paket Sabu dari Luar Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:55 WIB

Gerebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Sabu, Polres Simalungun Amankan Pria Bertato Beserta Barang Bukti

Senin, 13 Juli 2026 - 10:40 WIB

Dramatis! Pengejaran Wanita Gembong Sabu di Sei Torop, Anggota Polsek Bosar Maligas Terluka Tertusuk Duri Sawit demi Berantas Narkoba

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:21 WIB

Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah

Berita Terbaru