Santri RA Nabila Hafsah Menyatakan Janji tak Bermain Ponsel

- Penulis

Senin, 18 Juli 2022 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurhafsah Ritonga SAg SPdI, Kepala RA Nabila Hafsah. Foto: D|Ist

Nurhafsah Ritonga SAg SPdI, Kepala RA Nabila Hafsah. Foto: D|Ist

Kolam-Mediadelegasi: Tahun Pelajaran 2022-2023 Raudhatul Athfal (RA) Nabila Hafsah resmi dimulai. Para santri, di hadapan orangtua masing-masing menyatakan janji tidak akan bermain ponsel di waktu kecil.

Kepala RA Nabila Hafsah, Nurhafsah Ritonga SAg SPdI dalam perkenalan santri barunya di Jl Masjid, Komplek Griya Nabila 2, Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang ini, Senin (18/7), meminta orangtua bekerjasama menyiapkan kebutuhan anak selama di sekolah dan mengontrol anak tidak bermain ponsel.

BACA JUGA: RA Nabila Hafsah Hanya Terima Calon Siswa Terdata di KK

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dampak dan bahaya keranjingan bermain ponsel di usia dini rentan merusak mata dan malas belajar. Kalau mata sudah rusak, nanti tidak bisa masuk Polisi, tidak bisa jadi tentara, tidak bisa menjadi dokter, tidak bisa meraih masa depan,” tegas Nurhafsah Ritonga seraya menanyakan cita-cita tiap santri barunya itu.

BACA JUGA:  Visitasi Asesor ke RA Nabila Hafsah, Guru Harus Berjibaku

Dia juga mencontohkan, kecenderungan orangtua jaman digital ini, memilih latah menganggap efektif mendiamkan anak dengan memberikan ponsel. “Ada kecenderungan, agar orangtua tak terganggu ngerumpi sama tetangga dengan memberikan ponsel kepada anak,” katanya.

Dalam hal membekali anak-anak selama sekolah, memastikan anak-anak sudah sarapan dari rumah, membontoti sekadar untuk kebutuhan waktu istirahat, membekali air minum yang cukup, dan menjemput anak tepat waktu.

Kepada masing-masing orangtua, Nurhafsah Ritonga mengingatkan agar memeriksa buku penghubung dalam tas anak, memeriksa buku catatan pekerjaan rumah atau tugas di rumah, dan tetap berperan mengajari anaknya di rumah.

BACA JUGA: RA Nabila Hafsah: Mengajari Cara Memegang Pensil tak Bisa Online

“Keberhasilan pembelajaran sangat membutuhkan kerjasama yang baik antara sekolah dengan orangtua,” katanya.

Berikutnya, bagi anak yang belum tercantum namanya dalam Kartu Keluarga agar pengurusan administrasi kependudukannya disegerakan. “Tentang data anak, kini tak bisa lagi main-main atau dianggap sepele. Saat di RA anak-anak sudah harus teregistrasi di EMIS untuk mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), yang akan digunakan kelak dalam setiap level pendidikan formalnya,” katanya.

BACA JUGA:  Eka Putra Zakran: Keselamatan Manusia Menjadi Hukum Tertinggi

Menurutnya, pendaftaran NISN santri hanya bisa dilakukan sekolah yang memiliki ijin operasional dari instansi terkait, RA Nabila Hafsah dari Kementerian Agama RI.

Nurhafsah Ritonga juga menyebutkan, memilih RA Nabila Hafsah sebagai tempat mendidik anak-anak sudah tepat.

“Selain lingkungan sekolah yang jauh dari kebisingan jalanan, anak-anak aman bermain karena lingkungan komplek perumahan. Quota siswanya juga terbatas maksimal 20 santri,” ujarnya.

Kemudian, kata Nurhafsah, sebagai kepala madrasah dia mengajar langsung anak-anak sehingga bisa lebih dekat mengenali karakter tiap-tiap santri.

“RA Nabila Hafsah tak perlu santri yang membludak, karena lebih mementingkan bagaimana kualitas anak,” katanya. D|Rel

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe
ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan
Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat
PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard
QS AUR 2026: Singapura dan Malaysia Dominasi Kampus Terbaik Asia Tenggara, Indonesia Kirim 3 Wakil
Wali Kota Medan: Guru Hadapi Tantangan Baru di Era Digital, PGRI Diharapkan Jadi Solusi
Universitas Al-Azhar Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Persatuan Mendunia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:41 WIB

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe

Senin, 15 Desember 2025 - 12:47 WIB

ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan

Selasa, 25 November 2025 - 12:22 WIB

Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat

Kamis, 20 November 2025 - 12:55 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Senin, 17 November 2025 - 14:01 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard

Berita Terbaru