Pemkot Medan Alokasikan BST Rp800 Juta Untuk Lansia

oleh -127 views
Pemkot Medan Alokasikan BST Rp800 Juta Untuk Lansia
Perempuan lanjut usia. Foto: Ilustrasi

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Kota (Pemkot) Medan siap alokasikan anggaran sebesar Rp800 juta untuk program bantuan sosial tunai (BST) bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) pada 2022.

“Kami menyadari BST ini belum terealisasikan kepada seluruh penyandang disabilitas dan lanjut usia. Oleh karena itu, Pemkot Medan berkomitmen menambah anggaran dan sasaran pada tahun mendatang,” kata Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman di Medan, Selasa (13/09).

Pemkot Medan, lanjut dia, terus berupaya menjawab berbagai persoalan penyandang disabilitas maupun lanjut usia, salah satunya dengan penyaluran BST tersebut dalam waktu dekat.

Aulia juga mengakui bahwa masih banyak kelemahan perlindungan bagi disabilitas di daerah ini, di antaranya akses ruang penyandang disabilitas di kantor pemerintahan khususnya pelayanan publik.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Ajak Kahiyang Jenguk dan Santuni Korban Penembakan

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara pada 2019 menyebutkan bahwa penduduk Kota Medan sebanyak 2.270.894 jiwa dan 790 jiwa lebih di antaranya penyandang disabilitas, 191 jiwa lanjut usia dan 65.362 jiwa fakir miskin 65.362.

“Dengan pemberian bantuan sosial dan perlindungan diharapkan dapat meningkatkan martabat, kepercayaan diri, dan mengurangi beban keluarga,” tuturnya.

Pemberian bantuan sosial kepada kaum lanjut usia, menurut Aulia, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa lansia memiliki hak meningkatkan kesejahteraan hidupnya, seperti mendapat perlindungan sosial dan bantuan sosial.

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi inisiatif DPRD Kota Medan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Medan tentang Perlindungan Terhadap Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia.

BACA JUGA:  Anak Hilang, Kasmini: Pulanglah Nak, Mama Rindu…!

“Kami menyadari bahwa sesungguhnya penyandang disabilitas belum sepenuhnya mendapatkan tempat di tengah masyarakat, sehingga hak-hak mereka seringkali terabaikan,” ujar Aulia. D|Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.