Keuskupan Agung Medan Bantah Video Pastor Dukung Anies Baswedan

oleh -1,275 views
Keuskupan Agung Medan Bantah Video 70 Pastor Dukung Anies Baswedan
Pastor RP Yosafat Ivo Sinaga OFMCap. Foto: Ist

Medan-Mediadelegasi: Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan membantah narasi dalam sebuah video hoax yang beredar dengan memberi judul 70 pastor Katolik di Kota Pematang Siantar memberi dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.

Keuskupan Agung Medan melalui siaran pers yang diterima Mediadelegasi, di Medan, Kamis (3/11) menegaskan bahwa tidak benar isi potongan video yang telah viral di media sosial berjudul 70 Pastor Dukung Anies.

“Terkait dengan youtube itu, kami perlu menyampaikan bahwa hal itu tidak benar. Dalam Gereja
Katolik, para Klerus (Pastor) tidak boleh atau bahkan dilarang terlibat politik praktis,” sebut Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan, Pastor RP Yosafat Ivo Sinaga OFMCap.

BACA JUGA:  Jalur Masuk Medan Masih Disekat

Pastor Yosafat menegaskan, Gereja Katolik selalu menjaga netralitas dan memelihara persatuan multi etnik, suku dan agama.

Karena itulah, lanjutnya, Gereja Katolik tidak pernah berpijak pada salah satu poros entah itu partai atau tokoh tertentu.

“Tegasnya Gereja Katolik tetap menjaga netralitas. Untuk mewujudkan netralitas itulah para pastor tetap menjaga dan memelihara persatuan dengan tidak jatuh dalam poros tertentu,” ujarnya.

Menanggapi beredarnya sebuah tayangan di youtube yang memperlihatkan seolah-olah ada 70 pastor di Pematang Siantar mendeklarasikan mendukung Anies, pihaknya mengimbau semua pihak untuk menjalankan politik yang elegan dan etika politik yang benar dan tidak menghalalkan segala cara demi nafsu politik.

Disebutkannya, politik itu sejatinya mempersatukan dan bukan memecah belah. Politik itu hendaknya dijalankan demi kepentingan dan kesejahteraan bersama (Bonum Commune),.

BACA JUGA:  Jangan Posting Gambar atau Video Ledakan Bom di Depan Katedral Makassar

Pastor Yosafat juga menyerukan kepada segenap elemen masyarakat agar tetap bersikap kritis terhadap pemberitaan di media sosial yang mungkin tidak menyampaikan berita secara benar.

“Kita jangan terlalu cepat percaya apalagi meneruska berita yang belum tahu kebenarannya. Kita juga jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah persaudaraan di antara kita,” katanya. D|rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.