Kapolri: Korban Meninggal Dunia 125 Orang

oleh -326 views
Kapolri: Korban meninggal Dunia 125 orang
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali (kedua kanan) didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) meninjau kondisi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10). Foto: TribrataNews

Malang-Mediadelegasi: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya sebanyak 125 orang.

“Terverifikasi jumlahnya dari awal sebelumnya 129 orang, saat ini data terakhir hasil pengecekan jumlahnya 125 orang,” kata Listyo di Kabupaten Malang, Minggu (2/10), seperti dilansir dari Tribratanews.

Sebelum dilakukan pembaruan data, kata dia, jumlah korban meninggal dunia disebutkan sebanyak 129 orang, namun, setelah proses verifikasi diketahui ada data ganda.

Kapolri menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kejadian yang membuat ratusan orang meninggal dunia tersebut.

Pihaknya menegaskan akan melakukan investigasi secara tuntas peristiwa itu.

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan data di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Stadion Kanjuruhan.

BACA JUGA:  Korban Kebakaran di Sibolga Dapat Bantuan Sembako dan Uang Tali Asih

Hasil dari pengumpulan data dan perkembangan tersebut akan disampaikan kepada publik.

“Kami sedang melakukan pengumpulan data di TKP untuk mengetahui secara lengkap dan perkembangan yang ada akan kita sampaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.
Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.

Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain.

Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

BACA JUGA:  Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Cek Pelaksanaan PSU di Labusel

Ditembakkanya gas air mata tersebut dikarenakan para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

Kapolri saat tiba di Kabupaten Malang langsung menuju Stadion Kanjuruhan dan rumah sakit untuk menjenguk korban kericuhan usai pertandingan Arema Malang melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri akan melaksanakan rapat dengan Menpora dan pemerintah daerah setempat dan hasilnya akan dievaluasi.

Polri, lanjutnya, juga telah memberangkatkan Tim DVI ke Kabupaten Malang untuk mengerahkan seluruh tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Malang, RS Bhayangkara Kediri, dan RS Bhayangkara Surabaya guna mempercepat proses identifikasi korban dan memberikan pelayanan kesehatan kepada korban luka. D|Red-04

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.