Jangan Terburu Berasumsi Lili Pintauli Siregar Terlibat

oleh -
Jangan Terburu Berasumsi Lili Pintauli Siregar Terlibat
Lili Pintauli Siregar Wakil Ketua KPK. Foto: wikidpr.org

Jakarta-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta masyarakat jangan terburu-buru berasumsi bahwa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar terlibat kasus suap penanganan perkara. “Fakta sidang belum tentu fakta hukum,” kata Ali Fikri, Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan melalui keterangan tertulis, Rabu kemarin.

Dia mengatakan keterangan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menyebut Lili menghubungi Walikota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial masih lemah. Pasalnya, baru Robin sendiri yang menyebut Lili tanpa bukti maupun saksi pendukung lainnya.

Ali mengatakan temuan persidangan dari menjadi fakta hukum jika diperkuat dengan bukti dan keterangan saksi lain. Keterangan saksi dan bukti harus mengikat untuk menjadi fakta hukum. “Keterangan saksi tidak bisa dinilai fakta hukum jika tidak berkaitan dengan keterangan yang lain, maupun alat bukti lain,” ujar Ali.

Ali juga mengatakan pernyataan Robin tentang Lili perlu diuji lagi dalam persidangan. Pendalaman itu akan dilakukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) tanpa campur tangan komisioner KPK. “Sejak dulu hingga sekarang setiap persidangan pimpinan tidak ikut mengambil keputusan apapun. Itu ranah satgas tim JPU,” tutur Ali.

Sebelumnya, Stepanus Robin Pattuju dijadikan saksi dalam persidangan dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai. Robin membenarkan adanya komunikasi Walikota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dengan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Robin menjelaskan komunikasi Syahrial dengan Lili dibantu dengan seseorang bernama Fahri Aceh. Keduanya membahas pengurusan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai yang menyeret Syahrial.

“Terdakwa (Syahrial) menyampaikan bahwa saya ditelpon oleh Bu Lili yang menyampaikan bahwa ‘Gimana? Berkas kamu di meja saya nih’ itu Bu Lili kepada terdakwa saat itu,” kata Robin dalam sidang virtual di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

Robin tidak merinci waktu pembicaraan itu berlangsung. Namun, saat itu Syahrial meminta Lili untuk membantu penanganan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai.

“Kemudian terdakwa menyampaikan kepada Bu Lili ‘bantu lah bu’, kemudian setelah itu, Bu Lili menyampaikan ketemu dengan orang saya di Medan namanya Fahri Aceh,” ujar Robin. D|Red-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.