HAPI Dukung Rektor USU Bersihkan Kampus dari Narkoba

oleh -
HAPI Dukung Rektor USU Bersihkan Kampus dari Narkoba
Mandalasah Turnip SH, Ketua HAPI Kota Medan dukung Rektor USU bersihkan kam;pus dari narkoba. Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Himpunan Advokad Pengacara Indonesia (HAPI) Kota Medan dukung penuh langkah Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) untuk membersihkan kampus tersebut dari aktivitas penggunaan atau peredaran narkoba.

“Penggrebekan Kampus USU oleh BNN patut diapresiasi, meski di sisi lain hal ini sangat memalukan dan memilukan. Bagaimana tidak, institusi pendidikan ternama Indonesia itu sempat menjadi peredaran narkoba,” tegas Mandalasah Turnip SH, Ketua HAPI Kota Medan, kepada wartawan, Senin (11/10), di Medan.

Mandalasah Turnip yang juga salah satu penerima sertifikat TOT BNN itu mengungkapkan, praktik oknum mahasiswa menggunakan narkoba, menurut informasi yang ia peroleh telah berlangsung lama. “Penggerebekan itu merupakan langkah tepat, kiranya mampu membersihkan salah satu kampus favorit di Indonesia itu dari peredaran narkoba. HAPI dukung respon Rektor USU,” ujarnya.

Seyogiyanya, lanjut Mandalasah, kampus sebagai laboratorium intelektual muda jauh dari prilaku narkobais. “Perguruan tinggi itu dunianya para calon tokoh bangsa. Tidak pantas dinodai dengan praktik narkobais,” ujarnya.

Bagi Mandalasah, Rektor dan Civitas akademika USU harus serius menanggulangi hal-hal yang berpotensi besar merusak mental generasi muda calon pemimpin dan panutan masyarakat.

Sebagaimana diberitakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut menggerebek Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Sabtu (9/10) malam. Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Sempana Sitepu mengatakan, ada 31 orang yang diamankan saat penggerebekan.

Rektor USU Muryanto Amin pun mengakui telah berkoordinasi dengan BNN Sumut untuk memberantas narkoba di wilayah kampus. Hal itu disampaikan Muryanto untuk merespons penggerebekan yang dilakukan BNN Sumut di FIB USU.

Ia mengatakan, untuk mahasiswa USU yang ditangkap, jika ada yang dikenakan sanksi berat, maka pihak kampus juga akan ikut memberikan sanksi berat pula.

“Kita lihat prosesnya di BNN, kalau nanti bisa dibina dan diperbaiki akan kita kasih toleransi lah. Tapi kalau engga bisa, ya kita berikan sanksi berat sampai ke tahap drop out,” ungkapnya. D|Red-09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.