Medan-Mediadelegasi: Selama empat hari di Sumatera Utara (Sumut), Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait berbagi kasih dengan Anak Berkebutuhan Istimewa (ABI).
Tercatat, dalam empat hari Arist Merdeka Sirait mengunjungi Medan, Deliserdang, Pematang Siantar dan Serdang Bedagai sebagai bentuk perhatiannya atas meningkatnya jumlah ABI. “Kondisi ini patut mendapat perhatian khusus pemerintah,” kata Arist dalam siaran persnya diterima Mediadelegasi, Jumat (14/4), di Medan.
Menurutnya, pemerintah mesti hadir dalam setiap permasalahan dan kebutuhan mendasar ABI. “Mereka juga membutuhkan hak-hak dasarnya yang sama dan tidak boleh diabaikan, karena mereka juga manusia yang mempunyai hak yang sama dengan anak-anak lainnya,” tukas Arist.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia juga menyebutkan, keluarga harus diberikan kemampuan khusus untuk mengasuh ABI melalui pendekatan kemandirian. Artinya ABI harus diajar dan ditanamkan dalam dirinya kemandirian Karena ABI merupakan amanah, titipan dan anugerah dari Tuhan.
Oleh karenanya lanjut Arist ABI harus mendapat layanan kebutuhan dasar kemandirian melalui bantuan dari pemerintah secara khusus dari orang tua keluarga dan masyarakat.
Menurut informasi yang disampaikan Komnas PA, Kabupaten Deliserdang menemukan anak dalam kondisi ABI di 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM) di berbagai kecamatan. “Pemerintah Kabupaten Deliserdang tak boleh abai terhadap kondisi ABI,” ujar Arist.
Arist meminta, akibat minimnya kemampuan khusus para orang tua ABI, Komnas Perlindungan merekomendasi, agar pemerintah memberikan pelatihan ketrampilan khusus bagi orangtua dan keluarga agar mampu mendampingi anaknya dalam kondisi ABI, demikian juga merekomendasi agar pemerintah menambah insentif bagi guru dan tutor ABI dari Rp300 ribu perbulan menjadi Rp1.000.000,- perbulan dan mendorong menambah fasilitas operasional kelompok PKBM melalui dana desa. D|Red












