Dinas Peternakan Humbahas Cegah Virus Demam Babi Afrika

oleh -165 views
Dinas Peternakan Humbahas Cegah Virus Demam Babi Afrika
Tim Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melakukan penyuntikan terhadap hewan ternak babi yang diduga terserang penyakit African Swine Fever (ASF) di salah satu desa di Humbahas, baru-baru ini. Foto: B. Nababan.

Humbahas-Mediadelegasi: Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara melalui Dinas Peternakan dan Perikanan setempat mengupayakan berbagai strategi untuk mencegah meluasnya penyebaran virus demam babi Afrika atau penyakit African Swine Fever (ASF).

“Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus penyakit ASF, kami telah melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah hewan ternak babi di sejumlah desa,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Humbahas, M. Sihombing di Dolok Sanggul, Rabu (18/1).

Pihaknya membenarkan telah menerima laporan dari kalangan peternak yang menyebutkan selama sepekan terakhir telah terjadi kematian hewan ternak babi yang diduga akibat tertular virus ASF.

“Sesuai dengan pemeriksaan klinis, diduga kematian ternak babi tersebut diakibatkan serangan penyakit ASF,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi penularan virus ASF yang berpotensi mematikan hewan ternak babi di Humbahas, kata Sihombing, pihaknya selain melakukan penyemprotan ke sejumlah kandang, juga membagikan cairan disinfektan kepada para peternak.

Dikatakannya, kegiatan penyemprotan disinfektan telah dilaksanakan di beberapa desa, di antaranya Desa Sitanduk dan Desa Simbara di Kecamatan Tarabintang.

Kegiatan itu dibarengi dengan penyuntikan antibiotik, obat anti radang, anti piretik dan vitamin kepada hewan ternak babi yang sakit.

Kepada masyarakat maupun para peternak, pihaknya menghimbau agar tidak membuang bangkai babi ke daerah aliran sungai, tetapi segera menguburnya dengan cara benar,” ujar Sihombing.

Jika penanganan bangkai babi yang telah tertular virus ASF tidak segera dilakukan dengan cara yang benar, lanjutnya, maka rentan mengakibatkan semakin merebaknya kasus kematian babi.

Ia menambahkan, virus ASF merupakan penyakit babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen, sehingga sangat merugikan bagi para peternak babi khususnya kerugian ekonomi yang sangat besar. D|Has-100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.