Bangunan Aset BWSS II Terlantar Belasan Tahun

oleh -
Bangunan Aset BWS Sumatera II Terlantar Belasan Tahun
Bangunan milik Kementerian PUPR Ditjend SDA BWSS II di Kelurahan Tigabalata, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun belasan tahun terlantar. Foto: D|Ist

Tigabalata-Mediadelegasi: Bangunan aset Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Ditjend Sumber Daya Air (SDA) yang berada di tepi Jalan Parapat, Kelurahan Tigabalata, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten  Simalungun sudah belasan tahun tidak difungsikan dan dibiarkan terlantar.

“Bangunan BWSS II sudah belasan¬† tahun ini tidak berfungsi, tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja terlantar. Lantainya kontor, asbes pecah dan seluruh daun pintu dan jendela serta kaca bangunan sudah hilang dan pecah,” ujar warga Tigabalata bermarga Nainggolan dan Manurung kepada wartawan di Jalan Parapat Simalungun, Senin (04/10).

Disampaikannya bangunan yang berdiri di atas lahan puluhan meter persegi itu sebelumnya berfungsi sebagai tempat pelatihan personil pengelolaan sumber daya air. Komplek itu dilengkapi  ruang pertemuan dan puluhan kamar untuk penginapan peserta pelatihan. Namun belasan ini tidak ada lagi kegiatab di lokasi itu, bahkan kondisi bangunan tidak terawat.

Lurah Tigabalata, P Sidabutar ketika dimintai keterangannya mengatakan, lahan dan bangunan tersebut merupakan aset Provinsi Sumatera Utara dan puluhan tahun tidak berfungsi hingga kondisi bangunan tidak terawat lagi  dan papan lapuk termakan usia.

“Kita berharap agar bangunan tetap difungsikan untuk tempat pelatihan bagi tenaga pengelolaan sumber daya air yang baru masuk agar bangunan tetap dapat dirawat,” ujar Sidabutar.

Pengamatan di lokasi, tampak bagunan tidak terawat, lantai seluruh ruangan kotor, plafon bangunan bocor dan sebagian lapuk. Sejumlah ruangan bahkan tidak memiliki daun pintu lagi dan kaca jendela sudah tidak ada.

Di plank yang terpasang di depan bangunan  tertulis, tanah milik negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.